Tampilkan postingan dengan label SaYa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SaYa. Tampilkan semua postingan

Minggu, Juli 26, 2009

Selamat Tinggal Masa Lalu (^_^)

Jangan pernah sesali
Jangan pernah tangisi
Semuanya yang pernah terjadi
Bila langkah terhenti
Itu bukan berarti
Hidupmu sampai disini

Menangislah ohh… tersenyumlah

Mawar pasti berduri
Dan juga hidup ini
Penuh kejutan yang tak pasti
Anggap ini sebagai
Sebuah pelajaran hati
Yang bisa kuatkan diri

Menangislah ohh… tersenyumlah jangan kau berhenti
Melangkahlah ohh… berlarilah…

S’lamat tinggal masa lalu
S’lamat datang lembar baru
S’lamat tinggal cinta lalu
S’lamat datang cinta baru
S’lamat tinggal… s’lamat tinggal


Melangkahlah ohh… berlarilah…

S’lamat tinggal masa lalu
S’lamat datang lembar baru
S’lamat tinggal cinta lalu
S’lamat datang cinta baru
S’lamat tinggal…

S’lamat tinggal masa lalu
S’lamat datang lembar baru
S’lamat tinggal cinta lalu
S’lamat tinggal…


Jangan pernah sesali
Jangan pernah tangisi
Semuanya yang pernah terjadi


Andra & The BackBone

Senin, Juli 20, 2009

100 Tahun, 1000 Tahun, 2000 Tahun atau 3000 Tahun Lagi?


Untuk Renungan Kita Semua.............

Tgl. publikasi: 15/6/2001 14:56 WIB
eramuslim
- Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yang kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1905 : 20-01-1965"

"Nak, ini kubur nenekmu mari kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya....

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 60 tahun ya yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya.

"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 36 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung.

"Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36 tahun ... "

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmm.. kalau yang itu sudah meninggal 91 tahun yang lalu ya yah" jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya.

"Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.

"Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa di neraka " kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"

Ayahnya tersenyum, "Lalu?"

"Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun nenek senang di kubur .... ya nggak yah?" Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas .....

"Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya ... 36 tahun ... hingga sekarang ...kalau kiamat datang 100 tahun lagi ....136 tahun disiksa .. atau bahagia di kubur .... Lalu ia menunduk ... meneteskan air mata ...

Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya ... lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'un ... air matanya semakin banyak menetes.....Sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan ..kalau 2000 tahun lagi ? Kalau 3000 tahun lagi?
Selama itu ia akan disiksa di kubur .. lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah? Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah ...ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya ..... Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa itu hingga suaranya serak ... dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu... dibetulkannya selimutnya.

Yani terus tertidur ...tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti sebuah kehidupan... dan apa yang akan datang di depannya.... (wl)




Sabtu, Juli 18, 2009

Indonesia Grief (17 July 2009)

Indonesia Berduka Lagi.....
Griefing For This Accident....
Wishing This Accident Never Comes Again (Amin)















:(

Minggu, Juli 12, 2009

What I am Feeling Now Is The ReaL Feeling I Have

Judul dari postingan kali ini, dian pernah jadiin status di facebook. Sebuah kalimat yang mengekspresikan apa yang dian rasakan dan pikirkan. Namun dengan hanya kalimat tersebut tidak akan tau sebenarnya apa yang dian rasakan. Oleh karena itu dian membuat sebuah gambar yang mewakilkan hampir semua perasaan yang dian rasakan. :$

Untuk mengungkapkan perasaan tidak semudah dibayangkan. Ada dua jenis tipikal orang dalam mengungkapkan isi hatinya. Secara lisan atau secara tulisan. Orang yang dapat mengungkapkan rasa senang, gembira, marah dan lain - lain secara lisan maka orang - orang tersebut adalah orang yang berani. Sedangkan orang - orang yang mengungkapkan isi hatinya lewat tulisan orang - orang tersebut termasuk kedalam orang - orang yang pemalu.

Bagaimana dengan Dian...? Kalau Dian lebih ke tipikal yang kedua. Karena sangat sulit mengungkapkan apa yang Dian rasakan jika secara lisan. Mungkin jika di paksa pun, tidak akan seluruhnya keluar apa yang Dian rasakan :p .

What I am Feeling Now Is The ReaL Feeling I Have yang artinya Apa Yang Saya Rasakan Sekarang Adalah Perasaan Yang Nyata Yang Saya Punya :) . Great Is'nt It?

Ada sesorang yang dekat dengan ku mengajukan tentang impian. Aku berfikir Impian Q apa ya? :D . Seseorang itu aku panggil Abi, saat Abi mengajukan pertanyaan itu Dian bingung juga hehehehe :O ......
Kira-kira yang ingin Abi dengar impian yang mana neh (Bingung Mode : ON). Karena dian tipikal orang yang sulit mengungkapkan perasaan, jadi saat itu dian pending aja terus dian bilang nanti aja ya. Mungkin Abi ingin tau apa c yang dian impikan, dengan sedikit desakan dari Abi akhirnya keluar juga impian dian yang entah sesuai dengan yang di inginkan Abi pa ga Hahahahaha.....Tapi itu ga semua, setelah aku mengungkapkan impian ku itu, Abi masih bertanya lagi " Terus...." Dengan malu-malu aku menjawabnya "Nanti aja lewat SMS." hahahahaha (Dian Yang Aneh :p ). Kemarin Abi bertanya lagi "Kok Sms-nya belum dikirim" Secara Aye sedikit Lemot sodare-sodare aye langsung jawab aje "SMS apaan ya...?" hehehehehe. Abi ngasih clue dan dian pun ingat lagi, ye maklum aje ya bang ane dah uzur jadi gampang lupa dah hahahahahaha.......

Impian memang indah untuk di harapkan, dipikirkan, dirasakan dan apabila akhirnya terwujud pasti akan indah. Namun jika tidak terwujud ikhlaskah kita menerimanya. Saat SMA Dian punya impian ingin kuliah jurusan Tekhnik Informatika, Tapi Allah SWT berkata lain Dian Masuk Ke Jurusan Manajemen Informatika. Karena Allah punya rencana yang besar tentunya (^_^).

Tentang impian sekarang seperti biasa hidup bahagia, jalani hidup apa adanya, tidak banyak tuntutan yah yang standar - standar aja hehehehehehe. Untuk masa yang akan datang impiannya adalah tinggal di tempat yang nyaman yang tidak semrawut seperti jakarta. Yang tiap Pagi udaranya masih segar ga seperti di jakarta. Hufffff Indahnya.
Keluarga yang sehat, bahagia, ramai, saling menjaga.......Soooooo Beautiful.
Di Pimpin oleh peminpin yang bijaksana, pengertian, baik hati, Sabar, bertanggung jawab.....Yah semua impian yang indah (^_^)
Semoga suatu saat dapat terwujud.......